Dulu waktu kecil, melihat orang dewasa itu enak, kan? Bisa bebas beli apa aja. Punya penghasilan sendiri. “Kelihatannya” hidupnya aman. Ternyata kenyataannya yang aman dan lancar cuma notifikasi tagihan tiap bulan. Makannya nggak heran makin banyak anak muda mulai cari cara atur uang lewat aplikasi bank digital. Bukan sekadar ikut-ikutan tren, tapi karena hidup sekarang rasanya “makin susah ditebak”.
Selamat datang di umur produktif, fase di mana hidup ketika semua orang menganggap sudah “mandiri”, tapi isi kepala tiap akhir bulan justru penuh pertanyaan: “perasaan baru gajian, kok saldo tinggal segini, ya?”.
Lucunya, banyak anak muda sekarang sebenarnya nggak hidup mewah berlebihan. Tapi tetap aja rasanya susah maju, ya? Itu terjadi, karena masalahnya bukan lagi soal boros atau hemat. Tapi memang karena biaya hidup zaman sekarang mahal. Bahkan beberapa ada yang mulai bantu orang tua. Ada yang jadi “cadangan dana” keluarga. Ada juga yang diam-diam sudah masuk fase sandwich generation sebelum umur 30 tahun.
Belum selesai mikirin diri sendiri, sudah harus mikirin kebutuhan rumah. Akhirnya, uang sering terasa seperti sudah punya tujuan lain bahkan sebelum sempat dinikmati oleh diri sendiri.
Nah, biar nggak cuma jadi overthinking tiap akhir bulan, coba bikin simulasi sederhana perhitungan gaji, yuk. Sebenarnya, dengan kondisi hidup serba mahal seperti sekarang, gaji Rp5 juta masih bisa nabung nggak sih?
Yakin Gaji Rp5 Juta, Masih Bisa Nabung Nih?
Sekarang coba realistis. Misalnya penghasilan setiap bulannya hanya Rp5 juta dengan kondisi kehidupan sehari-hari masih ngekos, bantu keluarga, tapi pengen punya kehidupan sosial dan mulai nabung. Alih-alih uang habis tanpa arah, coba bikin pola pembagian yang lebih realistis seperti ini:
| POS PENGELUARAN | BUDGET |
| Kos / tempat tinggal | Rp1.300.000 |
| Makan harian | Rp1.000.000 |
| Transportasi | Rp400.000 |
| Internet & kebutuhan kerja | Rp250.000 |
| Bantu orang tua | Rp500.000 |
| Hiburan & nongkrong secukupnya | Rp300.000 |
| Dana darurat | Rp500.000 |
| Tabungan masa depan | Rp500.000 |
| Kebutuhan tak terduga | Rp250.000 |
| TOTAL | Rp5.000.000 |
Apakah gampang dijalani di kehidupan sehari-hari? Jawabannya, belum tentu. Tapi paling nggak, setiap pemasukan memiliki pos dan arah masing-masing sesuai tujuan. Karena salah satu jebakan finansial terbesar anak muda bukan pengeluaran paling mahal, tapi justru uang yang nggak punya “tujuan” jelas. Saldo “numplek” di satu rekening, lalu perlahan hilang.
Awalnya transfer keluarga. Besok bayar makan. Lusa ada kebutuhan kerja. Tiba-tiba tinggal sisa yang bikin mikir: “ini bocornya dari mana?”.
Makannya, makin banyak orang mulai sadar kalau uang memang perlu “dipisahin rumahnya”. Bukan karena sok rajin budgeting, tapi supaya nggak ketuker antara uang hidup, uang keluarga, dan uang masa depan. Di sinilah fitur Kantong Tabungan dari Krom Bank sangat dibutuhkan. Adanya 19 kantong tabungan sesuai tujuan finansial masing-masing bantu bikin pos keuangan lebih simpel. Menariknya lagi, saldo di kantong tabungan aplikasi bank digital Krom ini bisa diisi dan ditarik kapan saja tanpa terikat jatuh tempo, jadi tetap fleksibel kalau ada kebutuhan mendadak.
Bonusnya, setiap kantong memiliki bunga 6% per tahun, lumayan buat bantu uang tetap berkembang sambil disimpan sesuai tujuan. Nah, setelah uang mulai punya pos yang jelas, pertanyaan berikutnya yang akan muncul adalah: “Sebenarnya kondisi finansial ini sehat nggak sih?”
Uang Sudah Dipisah, Tapi Masih Boncos? Money Journey di Aplikasi Bank Digital Krom Jadi Penolong!
Nyatanya, memisahkan uang sesuai pos tujuan masing-masing baru “setengah perjalanan”.
Nah, di titik ini biasanya masalah utamanya bukan lagi soal uang bercampur, tapi karena belum benar-benar paham kondisi finansial sendiri. Makannya sekarang makin banyak anak muda mulai memakai aplikasi bank digital bukan cuma buat transfer atau simpan uang, tapi juga buat bantu membaca kondisi finansial secara lebih realistis.
Lewat Money Journey di Krom Bank, bisa melihat gambaran keuangan dengan lebih jelas, mulai dari aset, arus kas, pengeluaran sampai budgeting bulanan. Jadi, bukan cuma feeling aja: “kayaknya saldo bulan ini masih aman deh”. Tapi benar-benar kelihatan polanya.
Misalnya lewat Status Keuangan di Money Journey Krom Bank, bisa lihat perbandingan antara total pengeluaran dan aset yang dimiliki. Jadi, lebih gampang sadar apakah kondisi finansial masih aman atau justru mulai bocor pelan-pelan.
Ada juga Status Arus Kas, yang bantu melihat apakah pemasukan dan pengeluaran bulanan masih seimbang atau justru nggak sehat. Buat yang punya pemasukan dari banyak “pintu”, misalnya gaji di kantor dan freelance atau side hustle, fitur ini sangat membantu membaca cash flow lebih realistis.
Menariknya lagi, ada tampilan net worth, alias kekayaan bersih hasil perhitungan aset dikurangi utang. Kadang fitur seperti ini bikin sadar kalau progres finansial sebenarnya tetap ada, cuma selama ini nggak kelihatan saja.
Kalau mau budgeting juga nggak ribet. Tinggal buka menu Budget di Money Journey, pilih kategori transaksi, tentukan nominal budget, lalu simpan. Simpel, tapi cukup membantu supaya pengeluaran nggak jalan tanpa arah.
Yuk, Mulai Hari Ini Bikin Saldo Nggak Cuma “Numpang Lewat” Lagi!
Seringkali masalah finansial anak muda bukan karena penghasilan kurang aja. Tapi karena hidup makin kompleks dan mahal, sementara cara atur uang masih pakai pola lama. Dan jujur aja, di kondisi ekonomi sekarang, jadi dewasa kadang terasa seperti terus mengejar rasa aman yang nggak pernah benar-benar datang. Jadi, kalau ada cara alternatif yang bisa bikin finansial lebih rapi, kenapa nggak dicoba? Walaupun hasilnya nggak instan, tapi paling nggak bisa bikin diri sendiri lebih konsisten untuk atur saldo tetap aman sampai akhir bulan.
Sekarang waktunya coba sistem finansial dengan aplikasi bank digital Krom. Mulai dari memisahkan uang sesuai tujuan masing-masing, cek kondisi cash flow, sampai bikin budgeting realistis lewat Money Journey dan Kantong Tabungan. Siapa tau, langkah kecil ini bisa bantu atur kondisi finansialmu lebih rapi dan nggak gampang bocor lagi, setiap akhir bulan pun terasa jauh lebih lega, deh. Yuk, tunggu apalagi?