trend tampak rumah gaya tradisional jawa

Ukuran nyaman, enak, bagus seuah rumah biasanya tidak luput dari ruangan luas lahan dari rumah itu sendiri. Kebanyakan kenyamanan sebuah rumah identik dengan luas dan lega suatu rumah. Padahal pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Pasalnya ditangan seorang desainer atau jasa desain rumah atau arsitek yang handal, sebuah rumah dengan luasan yang cukup akan mampu memberikan kenyamanan dengan cara penataan ruang yang tepat dan benar.

Pada sisi yang lain banyak yang beranggapan kini rumah model minimalis mempunyai seni tata ruang yang baik dan bisa memaksimalkan ruang sebuah hunian. Bahkan model rumah minimalis sering menjadi tren saat ini. Namun sekalilagi apakah dengan banyaknya model rumah yang sedang tren saat ini rumah dengan gaya dan model tradisional ditinggalkan…..?. Tentu saja tidak. Kini bahkan model rumah sepeti rumah joglo yang asalnya dari jawa banyak mengalami perkembangan.

Bahkan para arsitek banyak yang mengembangkan model rumah joglo jawa untuk di kombinasikan dengan model model yang lain sehingga kini rumah model tradisional jawa dapat diaplikasikan pada model model rumah modern. Bahkan karena mempunyai ciri khas tesendiri, rumah joglo klasik modern menjadi suatu referensi sendiri untuk dijadikan sebuah rumah unik idaman.

Sekilas bangunan dengan ciri tradisional seperti rumah joglo jawa memang ketinggalan. Namun jika model rumah tradisional dikombinasikan dengan model eropa ataupun yang lainnya maka ciri khas dari rumah tradisional ini akan memberikan nuansa lain tanpa harus meninggalkan ke khassan dari rumah tradsional itu sendiri.

Seperti tampak pada gambar di bawah ini yang menunjukan bahwasanya rumah tradisional biasanya langsung terlihat pada fasad rumah. Terutama pada bentuk atapnya.

Tiga ciri utama pada bentuk atap rumah jawa diantaranya:

– Atap limasan dimana atap ini merupakan bentuk yang paling umum pada rumah jawa. Empat tiang rumah yang menjadi dasar denah ditambahkan satu tiang di salah satu ujung atap untuk memberikan kesan yang luas.

– Atap Kampung dimana merupakan atap yang paling sederhana dengan bersandar pada empat tiang tengah dan di ikat dua tingkat,bubungan disangga dengan arah utara-selatan yang khas

– Atap joglo merupakan atap yang paling rumit daripada yang lainnya.Atap utama dengan derajat yang curam,dan bubungan tidak panjang seperti pada rumah dengan atap limasan.Tiang utama yang berjumlah empat menjadi tiang utama untuk mendukung atap diatasnya dengan susunan tiang yang berlapis-lapis.

fasad rumah tradisional